• admin smkn2bukittinggi
  • Jumat, 12-Desember-2025

Realisasi Kegiatan Banper SMK Yang Mengembangkan Pengajaran Berbasis Pabrik (Teaching Factory) Tahun 2025

Runutan kegiatan Pengembangan Pembelajaran Teaching Factory SMK Negeri 2 Bukittinggi telah dilaksanakan sesuai dengan rencana yang tertuang dalam RAB Banper SMK. Kamis, 11 Desember 2025 merupakan cicilan kegiatan berupa IHT Peningkatan Kompetensi Guru guna mendorong terlaksananya model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan proses pendidikan vokasi dengan standar dan suasana industri nyata, bertujuan menghasilkan lulusan siap kerja dengan keterampilan teknis (hard skills) dan non-teknis (soft skills) tinggi melalui produksi barang/jasa yang layak jual, selaras kurikulum dengan kebutuhan industri (link and match), serta membangun jiwa kewirausahaan murid.

Pada sambutan kegiatan yang dibuka oleh Kepala SMK Negeri 2 Bukittinggi Ibu. Dra. Meri Desna, M.Pd menitipkan berbagai harapan kepada Guru-guru yang ikut dalam In House Trainig (IHT) ini untuk betul-betul mencurahkan pikiran dan perhatian terhadap kegiatan yang difasilitasi oleh pemerintah pusat ini. Kita para guru selalu didorong  untuk upgrage pengetahuan dan keterampilan guna menciptakan pembelajaran yang terpadu, relevan, dan bermakna bagi murid. Kolaborasi mungkin solusi untuk mengintegrasikan materi normatif, adaptif, dan produktif agar selaras dengan kebutuhan industri dan kompetensi kejuruan. Bagaimana alur kolaborasi yang dituntut dan yang diamanahkan kurikulum, Bapak/ibu akan menerima secara utuh dari nara sumber kita hari ini Bpk. Armen, S.Pd, S.TPar, M.Si. Demikian yang disampaikan oleh Kepala SMK Negeri 2 Bukittinggi. Nara sumber kita juga akan memberikan wawasan yang terbarukan tentang Teaching Factory sesuai dengan output kegiatan yang di tuntut pada program Banper ini.

Apresiasi yang setinggi -tingginya dari Kepala SMK Negeri 2 Bukittinggi atas kehadiran guru-guru SMK Negeri 2 Bukittinggi untuk mengikuti IHT ini, semoga adanya kegiatan ini berdampak pada pengembangan sekolah kita antara lain : terwujutnya “link and match” yang nyata antara dunia pendidikan dengan dunia kerja, sehingga pendidikan kejuruan dapat mencetak lulusan yang benar-benar kompeten dan siap bersaing, meningkatkan kualitas lulusan yang siap kerja/wirausaha, relevansi kurikulum dengan industri, motivasi murid, reputasi sekolah, inovasi, serta memperkuat hubungan sekolah dengan dunia industri.

posted by admin